BPBD Kota Batu Fokus Kembangkan Desa Wisata Tangguh Bencana

KBRN, Malang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu fokus mengembangkan Desa Wisata Tangguh Bencana. Terlebih kunjungan wisatawan di kota tersebut setiap tahun terus meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, Kota Batu berada di hilir antara Gunung Arjuna dan Gunung Panderman.
” Oleh sebab itu apabila di daerah hulu tidak terkelola dengan baik maka bisa mengakibatkan potensi yang membahayakan bagi Kota Batu seperti kejadian banjir bandang yang terjadi pada November 2021 yang lalu, ” ucap Agung Sedayu, Rabu (15/5/2024).
Hal tersebut diantisipasi, dicegah, dan disiapkan kesiapsiagaan serta mitigasinya oleh BPB Kota Batu termasuk di tempat atau lokasi wisata. Menurutnya bertepatan saat apel siap siaga bencana hidrometeorologi akibat musim penghujan pada November 2023 kemarin, BPBD Kota Batu mencanangkan Desa Wisata Tangguh Bencana.
Bertempat di Taman Rekreasi Selecta, apel dan pencanangan itu dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. BPBD Kota Batu melaksanakan simulasi penanganan bencana oleh satgas yang ada di objek wisata tersebut.
“Kami harapkan dengan adanya pencanangan ini, kita akan berlakukan di seluruh objek wisata yang ada di Kota Batu termasuk pada desa wisata. Lima tahun yang lalu, kami fokus pembentukan kelurahan dan desa tangguh bencana (Destana), ” terangnya.
“Alhamdulillah semua desa/kelurahan di Kota Batu sudah terbentuk Destana tingkat pratama dan dua Destana tingkat madya. Saat ini dan lima tahun ke depan kita fokus ke pembentukan desa wisata tangguh bencana,†lanjutnya.
Agung Sedayu menggambarkan, saat melakukan simulasi di Taman Rekreasi Selecta, BPBD Kota Batu mengajarkan kepada satgas yang ada di objek wisata tersebut kemampuan water rescue, pemadaman kebakaran, dan vertical rescue.
Ia menuturkan, pembentukan desa wisata tangguh bencana akan lebih mudah sebab, mayoritas objek atau lokasi wisata berada di desa tangguh bencana. Oleh sebab itu, BPBD Kota Batu bisa memberdayakan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang dimiliki masing-masing Desta untuk mengajarkan cara mitigasi bencana pada pengelola objek atau lokasi wisata tersebut.
“Apa yang sudah peroleh lima tahun sebelumnya kita jadikan modal dasar untuk pelaksanaan pembentukan desa wisata Tangguh bencana tersebut,†ucapnya.
Agung Sedayu lalu mengungkapkan, secara umum BPBD telah memetakan 7 potensi ancaman bencana di Kota Batu. Diantaranya yang paling mendominasi adalah tanah longsor, kemudian banjir bandang dan banjir genangan, selain itu cuaca ekstrem yang mengakibatkan puting beliung, kebakaran hutan lahan, gempa dan erupsi.
Berdasarkan pemetaan itu, selanjutnya dipetakan lagi berbagai objek atau lokasi wisata di Kota Batu yang berada di area rawan bencana, lantas ketika ramai wisatawan misalnya saat momen natal dan tahun baru, maka anggota BPBD akan disiagakan untuk memantau objek atau lokasi wisata yang punya tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.
“Peningkatan kapasitas itu bisa menurunkan indeks resiko bencana yang kemungkinan akan terjadi, strategi kami seperti itu. Kami akan awali dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dulu utnuk peningkatan SDM nya. Nanti tahun kedua dan ketiga, kita akan melangkah lebih jauh†ungkapnya.
Agung Sedayu menegaskan, Pemerintah Kota Batu sudah membuat Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK). Sesaat pengajuan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Kementrian ATR meminta revisi RTRWK yang sudah disusun mengingat kejadian banjir bandang yang pernah terjadi di Kota Batu.
Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah fokus pada RTRWK yang berbasis wilayah potensi bencana. Maka dengan dasar regulasi itu, tinggal dilakukan monitoring.
Apalagi, Kota Batu memiliki keunikan struktur pemerintahan terkecilnya adalah desa dengan komposisi 19 desa dan 5 kelurahan. Selain itu, Kota Batu memiliki topografi dengan 57% wilayah pegunungan dan 22% wilayah pertanian.
“Maka dari itu dengan keindahan alamnya, jika dapat dikelola, maka Kota Batu memiliki manfaat yang luar biasa, ” tandasnya.ÂÂÂÂÂ
Sumber: https://www.rri.co.id/daerah/692863/bpbd-kota-batu-fokus-kembangkan-desa-wisata-tangguh-bencana
